Belum ditemui ayam kampung yang bisa bertelur sepanjang tahun. Saya sempat teringat, semasa saya kecil, Pakde saya punya seekor ayam betina yang bertelur sampai 25 butir. lalu karena sering memakan telurnya sendiri dan tidak ngeram - ngeram, pakde saya kesal dan akhirnya menyembelih ayam tersebut. Pakde saya saat itu tidak berpikir berharganya ayam tersebut, karena bisa saja menjadi indukan awal ayam kampung petelur.
Nyai Dasimah
Saya beruntung bisa dapatkan ayam disamping. Untuk mencetak ayam kampung petelur, saya beranggapan harus memiliki ayam kampung yang tidak mau mengeram dalam hal ini berarti saya harus berharap menemukan mutan karena sifat mengeram sudah tercatat dalam gen sebagai naluri alami ayam. Saya dapatkan beberapa ekor betina yang katanya tidak mau ngeram. pertama saya cek dahulu apakah itu ayam kampung asli atau bukan, setelah memenuhi syarat, satu per satu, sambil mencari waktupun berlalu, ayam yang saya dapat, saya catat perolehan telurnya. Dari sekian banyak, ada satu yang membuat saya senang. ayam putih tua bertaji dan berdiri tegak ini sudah bertelur lebih dari 40 butir sampai dengan artikel ini dibuat. Pada telur ke 25, ayam ini menampakkan tanda - tanda akan mengerami telurnya, ketika saya test menaruh telur dalam sangkarnya, tidak sekalipun dia mengeram, justru malah dia bertelur lagi. namun tidak full setiap hari ayam ini bertelur, akan ada hari dimana dia istirahat tidak bertelur.

Ini penampakan nyai dasimah dari belakang. tubuhnya relatif kecil, sekalipun untuk ukuran ayam kampung. Bagian leher bergelambir mungkin karena tua. Ayam berjalan agak berdiri bukanlah keturunan ayam samo, saya memprediksi karena adanya mutasi genetik cacat. Saya juga berpendapat, nyai dasimah tidak mengerami telurnya akibat pengaruh adanya taji ( jalu ) di kakinya. saya berkata demikian karena mungkin ayam ini mewarisi sifat ayam pejantan, ditambah lagi ayam pejantan paling agresif milik saya ( Megatron ) menolak mengawininya, bahkan melancarkan serangan dan pukulan keras ke tubuh Nyai Dasimah. Mungkin saja pejantannya keliru mengira Dasimah ini ayam pejantan lain.



sisa telur dasimah yang belum ditetaskan
 Tampak taji / jalu yang melingkar ke atas di kaki Nyai Dasimah. telur - telur Dasimah sudah banyak ditetaskan, namun masih saya kawinkan dengan pejantan kampung sektor aduan ( Datuk dan Megatron) karena pada saat itu saya belum menemukan sosok pejantan petelur yang saya imajinasikan.


SOSOK PEJANTAN DITEMUKAN !!!!!!!

KOKO
Akhirnya Nyai Dasimah dapat jodoh, sepintas ayam ini tidak terlihat seperti ayam kampung. ya.. anda benar. Koko adalah ayam superbreed ( ayam hasil crossbreed yang mewarisi sifat unggul )
Saya memesan ayam jantan dengan kriteria bulu tebal, jengger tunggal bergerigi, kaki kecil berbulu jali warna coklat di badan dan kuning di leher. Betapa terkejutnya saya, meski datang dalam waktu lama, saya berhasil mendapatkan ayam yang saya imajinasikan.
pemilihan jengger tunggal dan bulu tebal adalah karena itu menandakan dia ayam petelur yang handal ( belum ada bukti atas teori pribadi saya ini) sedangkan pemilihan warna bulu adalah agar nantinya ayam saya akan terkesan eksotis.
Kenapa saya tidak gunakan ayam kampung asli melainkan dengan ayam silangan trah petelur LOHMANN X PLYMOUTH ROCK ini adalah karena saya khawatir, gen pewaris dari Nyai Dasimah tidak diturunkan pada anakannya andai saja gen pejantan lebih dominan. Oleh sebab itu dengan disilangkannya dengan ayam hybrid silangan 2 ayam ras petelur tangguh.
sumber : youtube
sumber : youtube
saya harap tercipta ayam F1 yang mewarisi sifat 100% tidak mengeram. Tidak ada jaminan teori saya ini berhasil. Tapi di sinilah tantangannya. Andai nantinya menetas anakan dari Koko dan Dasimah, akan saya lanjutkan dengan INBREEDING antar anakan juga inbreeding antar anakan jantan dengan Dasimah, hingga hasil telur sudah benar - benar berwujud ayam kampung, dengan mempertimbangkan keunikan warna sehingga ayam hasil akhir menjadi ayam hias yang jago bertelur..Saya tidak dapat memastikan dari Indukan apa Koko dilahirkan, Namun saya yakin setidaknya 1 dari 2 foto ayam hybrid ini adalah Induknya.


Bismillahirrohmanirrohim...

Berbeda dengan ujicoba ayam kampung pedaging (Rajabumen), pengembangan ayam kampung petelur ini cukup sulit terkait beberapa kendala. Namun saya masih optimis, Insyaallah akan berhasil.

Kendala yang membuat kami kesulitan mengembangkan ayam kampung petelur adalah sebagai berikut :
1. Nyai Dasimah ( betina putih calon indukan alpha) meskipun kemampuan bertelurnya super sekali, namun umurnya sudah tua, perkiraan saya sudah lebih dari 4 tahun, tajinya saja sampai lepas sendiri ( ayam ini betina yang bertaji). mungkin karena faktor ini, telur yang ditetaskan dalam mesin banyak yang mati pada umur 7 hari, menyebabkan yang menetas masih sedikit.

2.  Koko (pejantan alpha) saat dikirim dari kalimantan ke jawa, ayam ini stress sehingga tidak mau kawin, kakinya juga sedikit bengkok, sehingga memperlambat proses perkawinan. terlebih pejantan ini sangat pengecut, mendengar banyak suara ayam jantan lain, ayam ini sudah keder gak mau kawin. sedangkan saya tidak bisa memisahkan ayam ini dari kandang utama.

saya tidak mungkin mengganti indukan awal karena kedua ayam inilah yang saya yakin akan menghasilkan kualitas unggul. jadi meskipun perkembangannya lambat, saya akan coba untuk mengembangkan ayam petelur ini.