Salah satu indukan rajabumen 3,8 kg
AYAM RAJABUMEN adalah ayam kampung yang sedang kami kembangkan sebagai ayam kampung pedaging unggulan. Indukan pertama ayam jenis ini berasal dari Kota Singkawang Propinsi Kalimantan Barat.
Ada beberapa sebutan pemberian masyarakat sekitar kepada nenek moyang ayam Rajabumen adalah ayam merah (karena warnanya dianggap seluruhnya merah) , ayam cina (karena sebagian besar yang memelihara adalah orang tionghoa), ada pula yang menyebutnya ayam Saigon yang membuat saya cukup bingung karena sepengetahuan saya ayam saigon adalah jenis ayam aduan. 
Indukan pertama ayam Rajabumen dipercaya mewarisi gen ayam Lingnan dari Cina, ayam Nunukan dari Kalimantan Timur, ayam kampung lokal, dan ayam Brahma . Masyarakat sekitar tidak memelihara ayam - ayam hasil silangan ini secara intensif, sehingga ayam tersebut tidak memiliki ciri khusus, seperti warnanya yang beraneka ragam, jengger / pial nya bermacam - macam, bahkan hingga warna kaki (ceker) nya pun berbeda - beda. Karena itu saya mencoba untuk mengawin silangkan Indukan awal hingga tercipta standar khusus yang saya inginkan. Pada awal mulanya, saya membeli ayam saigon ( versi singkawang red-) dari bapak sudarmaji. Ada sekitar 20 an ekor DOC. Setelah besar, hanya 1 ekor ayam betina yang menurut saya memenuhi syarat untuk dijadikan indukan awal. Selanjutnya saya mencari ayam lain dengan harapan bisa menemukan ayam pejantan. Tiap hari saya menyusuri pasar untuk mencari ayam dengan standar yang saya tetapkan, atau keliling kampung melihat ayam peliharaan masyarakat. Dan saya dapatkan pejantan Alpha :





Dari seekor betina yang memenuhi standar, saya memperoleh telur pertama :


UJICOBA PERTAMA MENUAI SUKSES


3 ekor di kiri ayam Rajabumen, 3 ekor kanan adalah Broiler
1. Karena jumlah telur yang sedikit, pada awalnya saya menetaskan telur ayam menggunakan mesin tetas buatan sendiri dari kardus. Karena sering mati listrik, ayam yang menetas hanya berjumlah 3 ekor saja ( lihat gambar). Pada waktu pemilahan sex, diketahui 2 jantan dan 1 betina. SEBAGAI ACUAN PEMBANDING, Saya membeli 3 ekor broiler dengan sex yang sama 2 jantan dan 1 betina, saya pelihara secara bersamaan. dengan cara ini saya ingin mengukur KECEPATAN TUMBUH & BOBOT.


Umur 1 bulan lebih
2. Dalam kurun waktu satu bulan, pemberian pakan berupa konsentrat campur (fur, dedak, jagung) pagi dan sore hari. Perbandingan berat ayam adalah sebagai berikut :
- Ayam broiler jantan 1st  = 2,4 kg
- Ayam broiler jantan 2nd = 2 kg
- Ayam broiler betina        = 1,8 kg
- Ayam Rajabumen jantan 1st = 0,9 kg
- Ayam Rajabumen betina       = 0,7 kg
- Ayam Rajabumen jantan 2nd = 0.5 kg
Perbedaan yang cukup mencolok namun saya cukup puas dengan perolehan ayam kampung Rajabumen ini.



Umur 2 bulan
3. Target saya dalam ujicoba ini adalah ayam kampung Rajabumen sanggup mencapai berat 1 kg dalam kurun waktu 2 bulan. Saya cukup puas karena dalam tempo 1 bulan ada ayam yang mencapai 0,9 kg. Setelah 2 bulan, saya lakukan penimbangan final dengan hasil sbb :
- Ayam broiler jantan 1st  = 3.5 kg
- Ayam broiler jantan 2nd = 3 kg
- Ayam broiler betina        = 3 kg
- Ayam Rajabumen jantan 1st = 2 kg
- Ayam Rajabumen betina       = 1,5 kg
- Ayam Rajabumen jantan 2nd = 0.9 kg
Saya sangat puas melihat hasil timbangan ini. tempo 2 bulan ayam kampung rata - rata hanya 0.7 s.d. 1 kg itu saja jika dirawat dengan baik. bahkan bisa berbulan bulan jika dipelihara secara tradisional. dalam kurun 2 bulan, Ayam rajabumen bertambah baru , generasi adik dari ayam di atas sejumlah 22 ekor.

Ayam diangkut ke kandang utama 
 4. Pada masa 2 bulan, angkatan ke 2 yang berjumlah 22 ekor memiliki bobot hampir sama dengan ketiga kakak mereka saat umur 1 bulan. Ayam - ayam ini kami pindahkan ke kandang utama. Di kadang utama kami lakukan pembesaran dan penambahan populasi ayam rajabumen. 





Pada generasi berikutnya, saya coba merekam secara lebih detil dan rinci perkembangan bobot ayam rajabumen. Berikut link untuk melihat perkembangan ayam per minggu klik di sini

 Jenis Indukan yang diperkirakan menurunkan gen pada Indukan pertama :

Beberapa dari gambar ini hanya contoh yang saya ambil dari google
Akhirnya, saya mempunyai 3 ekor Pejantan dan belasan ekor betina. Hasil silangan berkali - kali ini menghasilkan anakan yang sama, dimana sudah tidak bisa dibilang sama dengan ayam yang beredar di masyarakat.


Berikut ini generasi pertama yang mampu menghasilkan anakan sama persis dengan indukannya :

Ciri - ciri Ayam Rajabumen dengan mutu standar keasliannya silakan Klik di sini